Rabu, 08 Agustus 2012

sekedar cerita

hari ini mungkin hari yang sangat biasa buat orang lain di sekitar sana tapi hari ini adalah hari yang sangat istimewa buat sebagian teman2 saya. di hari inilah mereka diwisuda untuk kedua kalinya. selamat buat teman2 dan tetap semangat buat yang terus berjuang di "kawah candradimuka"

bahagia, itulah yang saya rasakan ketika melihat teman2 akhirnya menyelesaikan masa studi profesi ini yang mungkin sangat memuakan, dengan requirement yang berjibun dibandingkan FKG lainnya, akhirnya bisa terlewati juga ^_^. akhirnya perjalanan panjang akan segera dimulai, menapaki jejak2 karir yang mungkin jauh dari kata ideal :P

sedih?? saya tidak merasakan sedih, karena setiap orang punya episodenya sendiri2. sedih itu sudah saya telan semuanya beberapa taun silam. ketika saya sangat mengharapkan wisuda S1, ternyata Allah menunda wisuda saya dan saya tertinggal ko-as dibanding teman2 saya. menangis, frustasi sudah saya rasakan dulu bahkan hampir gila saya merasakannya. mungkin itulah cara Allah membuat saya lebih kuat.

ahhh itu masa lalu, sekarang saya ingin menikmati setiap detik jalan hidup saya, suka dan duka saya yakin sudah tertulis di lauhul mahfuz, bukankah manusia dinilai dari prosesnya bukan hasilnya. Allah lebih tau hasil mana yang terbaik untuk manusia. sekarang yang ingin saya lakukkan adalah berusaha sekuat tenaga agar bisa evaluasi untuk kompre bulan oktober. walaupun kalo dipikir dengan akal sehat hal itu mungkin sedikit mustahil tapi saya yakin Allah punya cara untuk menjawab doa setiap hambaNya, walo saya sangat ingin Allah menjawab "yes" untuk doa saya yang satu itu. ^_^

Rabu, 01 Agustus 2012

kisah mengeja huruf

mencoba mengeja kehidupan, huruf per huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga membentuk sebuah arti. lelah, masih mengeja huruf per huruf tanpa mengerti makna kehidupan. aku seperti anak SD yang baru belajar membaca, sangat menginginkan alur dalam buku cerita tentang sebuah negeri dongeng tapi apa daya kemampuan membaca yang sangat minim hingga aku tertidur pulas tanpa tau akhir dari cerita dongeng tersebut.

kata ibu guru, alah bisa karena biasa... seberapa lama aku harus biasa hingga aku bisa? sifat dasar manusia "ga sabaran" yang kini menyeruak kembali ke otakku. aku mulai ga sabar dengan semuanya, ga sabar dengan pelajaran mengenal huruf2, pelajaran membaca cepat dan pelajaran kesabaran dalam menuntut ilmu. arrgggh semua semakin membuatku muak, benar2 sangat muak. aku terlalu ingin tau tentang ending buku dongeng tersebut tanpa mengeja satu per satu hurufnya.

bolehkah aku memutar waktu? tertidur pulas hingga terbangun dan aku tau ending ceritanya??
kaloupun itu tak bisa, bolehkah aku meminta seseorang untuk membacakan buku tersebut hingga aku tau endingnya lebih cepat??

"tidak nak, kamu akan menikmati setiap liku cerita dengan membacanya sendiri" itu kata orang bijak
"ah peduli amat, aku lebih peduli apakah negeri dongeng kembali aman dan nenek sihir lenyap dibandingkan dengan pertarungan nenek sihir dengan pangeran"
"kamu akan lebih bahagia melihat endingnya  jika kamu membaca cerita sendiri tanpa pertolongan orang lain, kamu akan menikmati setiap detik baris demi baris, lembar demi lembar hingga buku itu tertutup. dan kamu bakal berucap ahhh akhirnya selese juga"
"tapi aku capek, capek membuang waktu hidupku hanya untuk mengeja huruf, capek membayangkan kemungkinan aku tak mampu membaca cerita sampai tamat."
"kenapa harus membayangkan sesuatu yang blom tentu terjadi, kenapa harus bertarung dengan pikiran2mu sendiri tentang kemungkinan2 kamu tidak mampu membaca buku sampai akhir, nikmatilah setiap proses mengejamu. nikmatilah setiap detik waktu yang kamu gunakan untuk membaca buku tersebut"
"proses ini terlalu panjang, andai aku hidup sendiri di dunia ini mungkin aku lebih menikmati cara mengeja dan membacaku tapi disekelilingku terlalu banyak orang iseng yang hobi mengurusi orang lain. mempertanyakan kembali proses mengejaku, mempertanyakan kembali sampai mana proses membacaku hingga membuat aku bertanya ulang apakah aku salah mengambil buku bacaan, terlalu salah mengambil buku yang tebal"
"mengapa harus mendengarkan orang lain, hidupmu adalah hidupmu. orang lain hanya bisa berkomentar, mereka ga tau sebenarnya apa yang ada dalam bukumu, seberapa sering kamu belajar mengeja huruf. mereka ga pernah tau, seberapa sering kamu jatuh bangun untuk membaca buku itu, berapa tetes air mata yang kamu keluarkan demi buku itu. biarlah mereka berkomentar. hiidupmu adalah hidupmu, hanya kamu yang yau hidupmu"
"ahh andai saja di dunia ini tidak ada orang2 yang berlagak sok peduli padal mereka ingin mengolok-olok. andaikan di dunia ini tidak ada orang yang terlalu suka mencampuri urusan orang lain tanpa mengurus urusannya sendiri."
"itulah hidup, teruslah membaca hingga bukumu selese terbaca"
"TAPI AKU CAPEEEEKKKKKKK MEMBACA"

Rabu, 25 Juli 2012

golden rules of life

1st
Don’t let someone become a priority in your life, when you are just an option in their life.
Relationships work best when they are balanced.

2nd
Never explain yourself to anyone.
Because the person who likes you doesn’t need it, and the person who doesn’t like you won’t believe it

3rd
When you keep saying you are busy, then you are never free.
When you keep saying you have no time, then you will never have time.
When you keep saying that you will do it tomorrow, then your tomorrow will never come.

4th
When we wake up in the morning, we have two simple choices.
Go back to sleep and dream, or wake up and chase those dreams.
Choice is yours.

5th
We make them cry who care for us.
We cry for those who never care for us.
And we care for those who will never cry for us.
This is the truth of life, it’s strange but true. Once you realize this, it’s never too late to change.

6th
Don’t make promise when you are in joy.
Don’t reply when you are sad.
Don’t take decision when you are angry.
Think twice, act twice.

7th
Time is like river. You can’t touch the same water twice because the flow that has passed will never pass again.

[copas dari notes temen]

kembali menulis curhatan

setelah sekian lama vakum dari dunia perblog-eran akhirnya merasa butuh kembali untuk memasukinya. buka-buka buku catetan nyari ID +password (kebiasaan banyak akun), ternyata saya lupa menulis ID + password blog saya yang terakhir, eh malah kebukanya blog yang sudah lama saya tinggalkan T_T *ngenes*.  maklum dah 1 tahun ga pernah posting sama sekali, lebih seringnya bikin note di jejaring sosial.

kenapa saya tertarik kembali untuk menulis blog?

alasan pertama, iseng. kemarin iseng2 nyari donlotan film jepang *udah lama ga nonton film jepang*, eh ternyata link buat ngedonlot dah banyak yang diblokir, mungkin ini efek pelarangan bajakan kali ya. akhirnya salah satu teman menyarankan untuk membuka salah satu blog milik temannya yang didalamnya banyak terdapat resensi film2 ataupun dorama. huaaa setelah terbuka, ternyata saya cukup tertarik membaca blognya, disana tidak hanya terdapat resensi film atau dorama tapi juga postingan perjalanan hidup dia hingga sampai ke jepang dan juga kisah perjalanan hidupnya di negeri sakura  ^_^ menarik, saya menyukai postingan2nya. hmmm, sapa tau suatu saat nanti saya bisa mengikuti jejaknya berkelana di negeri sakura, dan blog bisa menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya selama ini- jatuh dan bangun.

alasan kedua, saya tipe orang yang introvert, pendiam *boong banget*, saya paling malas mengomentari sesuatu, lebih suka mengamati dan mendengarkan. saya sering susah menyampaikan apa yang ada di otak saya lewat lisan makanya saya sering dikritik dosen saya saat diskusi katanya kurang lebih begini "kamu itu calon ibu, harusnya bisa menjelaskan sesuatu, nanti kalo anak kamu nanya bola itu gimana, bagaimana kamu menjawabnya" tapi ya bagaimana, saya sudah berusaha agar orang mengerti dengan konsep yang ada di otak saya tapi mulut dan otak serasa tidak sinkron. ini agak sedikit lebih baik dibandingkan sebelum saya kuliah. dari masa kecil saya memang susah berkomunikasi dengan orang, hobi mengurung diri di kamar dan menyendiri semakin menambah kesan anak rumahan di mata tetangga2 saya. dari kecil saya menyukai menulis dan saya bercita2 menjadi penulis tapi malah nyasar di fakultas kebanyakan gosip. tapi mungkin disinilah jalan hidup saya, disini saya dilatih harus bisa berbicara dengan orang, bersosialisasi dengan orang dan ditambah lagi saya jadi pandai bergosip *halah*. maka dari itu, ketika ada sesuatu di otak saya, saya lebih suka menuliskannya daripada membicarakannya.

kayaknya ini sudah cukup alasan saya kembali ke blog, tapi saya lupa id dan passwordnya....ohhhh ini hanya ngetes di blog mana saya masuk T_T