hari ini saya memutuskan untuk tersenyum, apapun yang terjadi dalam hidup, meskipun hari ini step model saya ditolak karena ada satu gigi yang mengsol dikit dan ga masuk lengkung tapi tetep saya memutuskan untuk tersenyum. bukan karena senyum adalah ibadah tapi lebih karena saya sudah berjanji pada diri sendiri, saya ingin bersikap rileks dengan jalan hidup yang saya lalui. manusia berikhiar, Allah-lah yang menentukan. manusia dinilai dari prosesnya bukan dari hasilnya :P.
pun hari ini, pasien yang dijanjikan siang ternyata ga bisa dateng karena ada urusan. s*m**t* ini memang menyebalkan akhir-akhir ini, sms susah masuk, telpon pun susah padal saya sangat mengandalkan komunikasi lewat sms secara saya tidak punya BB jadi ga bisa BBM. alhasil banyak sms dari pasien yg susah masuk, bikin repot kan harus atur jadwal dadakan. ya sudah, mungkin hari ini waktunya saya belajar karena besok harus mengikuti ujian dan saya belom membuka buku sama sekali. tumpukan buku si sudah menghiasi kamar saya sejak seminggu yg lalu tapi untuk membacanya baru sempet beberapa lembar, itu pun baru nyampe pada diagnosa dan perawaan fraktur mahkota, masih banyak yg harus dipelajari.. semangat!!!
eh lagi asik2nya nulis blog sebelum berkutat dengan buku2 di pojokan, tiba2 terdengar sms
"tih, dimana?"
"udah di kosan teh, knp?"
"galau ni T_T"
"galau kenapa? full2 ya? aku juga galau ni, pasien step tadi ditolak"
yah begitulah kami, hanya kerjaan dan pasien yang membuat galau tingkat dewa. kadang harus putar otak berkali-kali agar menyelesaikan kasus yang sedang dihadapi. kadang curhat ke temen, minta solusi temen. setelah solusi temen gagal dilakukkan, biasanya kami beranikan diri buat menghadap konsulen yang pasti dengan muka pias
"dok, saya menemukan pasien dengan kasus bla...bla...bla, sudah kami lakukan perawatan dengan bla...bla...bla, tapi hasilnya begini. kira2 apa yg harus saya lakukan"
"kamu beginikan saja, trus begini, lalu begitu...nanti tunjukan pada saya"
itu salah satu jawaban yang sangat bersahabat, tapi terkadang jawaban tak berpihak pada kami
"oh ya udah kamu ulang aza dari awal"
dunia seakan runtuh, muka berlipet dan mungkin kalo ada petir bakalan nyamber tu petir di kepala kita. bayangkan berbulan-bulan melakukan sebuah perawatan dengan kasus yang sama, jatuh bangun, suka duka dilewati eh tiba2 harus mengulang dari nol, rasanya pingin jedotin kepala ke tembok dan saat bangun masalah udah selese.
pelampiasan? yah kami sering melampiaskan kekesalan, banyak cara yg biasa kami lakukan. dulu, ketika saya frustasi dengan kasus2 yg njilmet, saya suka main di timezone, saya lupa nama permainannya, di permainan itu saya berusaha mukul buaaya sebanyak2nya dan magic, saat saya kesal saya sukses memukul semua buaya. hahaha, pernah juga saya dan teman2 melampiaskan kekesalan dengan karaoke dan lagu yang dipilih adalah lagu yg ga kami sukai seperti dangdut, lagu2 band alay dan anehnya kami hapal semua lirik padahal kami ga pernah punya niat untuk menghapalnya. kalo keuangan lagi tipis, pelampiasan yg sering kami lakukan adalah menonton dvd dengan genre film yg tidak kami sukai misalnya film horor dan psikopat. alhasil pas nonton, kami teriak2 sepuasnya. apakah setelah melampiaskan semuanya lantas selese masalah?? tentu tidak, habis itu kamu kembali putar otak untuk menyelesaikan misteri kasus itu, hingga semua permasalahan teratasi barulah tenang. lantas apa gunanya pelampiasan? dia hanya sebuah alat agar otak kita sedikit rileks barang beberapa jam, sehingga otak kembali dapat bekerja secara optimum kembali....
yah, sepertinya sudah cukup waktu menulisnya...kini berganti menjadi waktu membaca, membaca semua teori-teori untuk ujian besok karena besok ujian kasus jadi harus jago teori dan ga asal jawab ^_^
Rabu, 19 September 2012
sebuah catatan kecil untuk jakarta
"3 hari lagi saya ga bisa dirawat soalnya saya mau pulang, mau ikut pilkada"
"oh ya udah gpp"
itulah sepenggal percakapan saya dengan pasien saya beberapa bulan yg lalu saat pilkada jakarta putaran 1 dan besok adalah pilkada putaran ke 2, dan pasien saya ini sampai detik ini belom membalas sms, apakah dia pulang lagi buat ikut pilkada?? wah, saya juga kurang tahu.
pilkada jakarta beberapa bulan ini cukup menyita perhatian saya. bagaimana tidak? karena setiap kali saya membuka berita, bisa dipastikan hampir semua berita isinya tentang calon gubernur dan berbagai macam isu mengenai dirinya. ada yg pro, ada pula yang kontra dan saya, saya termasuk pengamat yg baik, membaca berita hingga tamat, mencari tau kinerja dari 2 orang calon kandidat. sekedar mencari info saja karena saya tidak mempunyai hak untuk memilih salah satu diantara mereka.
"saya mah golpit aza"
kalimat yang sering kita dengar...hmmmfff, terlalu banyak orang yang menyiakan hak pilihnya untuk andil dalam memperbaiki situasi.
"apalah arti satu suara?"
bayangkan jika ada 1000 orang berpikir seperti itu, bukan hanya satu suara yang berarti tapi seribu suara yang berarti. saya termasuk orang yang anti golput, kita diberi hak alangkah baiknya kita memakai hak tersebut. saya bukanlah ahli politik ataupun ahli agama, saya tidak mengerti apakah pilkada ini sesuai syariah atau tidak. yang saya tau, saya hanya ingin berpartisipasi dalam memperbaiki kondisi bangsa yang kian hari membuat saya gregetan. bukankah jika ada 2 pilihan yang sama-sama buruknya, pilihlah yang paling kecil mudzaratnya.
kepemimpinan adalah sebuah amanah dan itu akan dimintai pertanggungjawabannya. siapapun, pemimpin jakarta nanti saya berharap dia mampu mengurangi tingkat korupsi di jakarta karena jujur saya merasa miris tiap kali melihat berita tentang korupsi. apakah para koruptor itu tidak berpikir keluarga mereka, mengapa mereka tega mengotori darah anak-istri mereka dengan uang haram. ""Akan datang suatu zaman di mana seseorang tidak mempedulikan darimana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal ataupun haram." (HR. Nasa'i).
"oh ya udah gpp"
itulah sepenggal percakapan saya dengan pasien saya beberapa bulan yg lalu saat pilkada jakarta putaran 1 dan besok adalah pilkada putaran ke 2, dan pasien saya ini sampai detik ini belom membalas sms, apakah dia pulang lagi buat ikut pilkada?? wah, saya juga kurang tahu.
pilkada jakarta beberapa bulan ini cukup menyita perhatian saya. bagaimana tidak? karena setiap kali saya membuka berita, bisa dipastikan hampir semua berita isinya tentang calon gubernur dan berbagai macam isu mengenai dirinya. ada yg pro, ada pula yang kontra dan saya, saya termasuk pengamat yg baik, membaca berita hingga tamat, mencari tau kinerja dari 2 orang calon kandidat. sekedar mencari info saja karena saya tidak mempunyai hak untuk memilih salah satu diantara mereka.
"saya mah golpit aza"
kalimat yang sering kita dengar...hmmmfff, terlalu banyak orang yang menyiakan hak pilihnya untuk andil dalam memperbaiki situasi.
"apalah arti satu suara?"
bayangkan jika ada 1000 orang berpikir seperti itu, bukan hanya satu suara yang berarti tapi seribu suara yang berarti. saya termasuk orang yang anti golput, kita diberi hak alangkah baiknya kita memakai hak tersebut. saya bukanlah ahli politik ataupun ahli agama, saya tidak mengerti apakah pilkada ini sesuai syariah atau tidak. yang saya tau, saya hanya ingin berpartisipasi dalam memperbaiki kondisi bangsa yang kian hari membuat saya gregetan. bukankah jika ada 2 pilihan yang sama-sama buruknya, pilihlah yang paling kecil mudzaratnya.
kepemimpinan adalah sebuah amanah dan itu akan dimintai pertanggungjawabannya. siapapun, pemimpin jakarta nanti saya berharap dia mampu mengurangi tingkat korupsi di jakarta karena jujur saya merasa miris tiap kali melihat berita tentang korupsi. apakah para koruptor itu tidak berpikir keluarga mereka, mengapa mereka tega mengotori darah anak-istri mereka dengan uang haram. ""Akan datang suatu zaman di mana seseorang tidak mempedulikan darimana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal ataupun haram." (HR. Nasa'i).
Minggu, 16 September 2012
curhatan ga penting
hari ini, saya ingin sekali menulis sebuah curhatan yang agak menyebalkan... curhatan tentang sepenggal kisah hari ini yang bikin bete tentang sebuah bagian yang sangat mematikan.
boleh ga saya jadi dokter gigi tanpa melewati bagian ini, boleh ga saya ga pernah bertemu dengan pasien kasus ini. saya kesal ketika saya pagi2 dah nyampe rumah sakit dan mempersiapkan segalanya demi untuk sebuah tanda tangan. satu jam lebih saya menunggu dan ketika dokter datang hanya berucap "yang ga kerja hari ini dilarang ACC"
kalimat itu seakan senapan yang meluncur tepat di jantung saya, cuma mampu bilang ya sudahlah...lagi dan lagi mulut ini cuma bilang ya sudahlah, tak ada kata lain yang bisa keluar dari mulut ini.
ok, akhirnya menunggu jam jaga siang. tadi ada pasien tapi ternyata tiba2 ibunya pasien sms kalo anaknya lagi rewel, lagi dan lagi saya hanya mampu berucap ya sudahlah. sms kedua dari pasien yang tadinya mau saya ajukan sembuh ke prof ternyata besok dia ga bisa datang karena harus seminar akhir dan hanya mampu berkata ya sudahlah.... ya sudahlah...ya sudahlah, saya bosen melafalkan itu.
akhirnya siang banting setir, ngerjain pekerjaan lab ternyata pekerjaan lab saya tidak di ACC karena menurut beliau harus dibongkar ulang dan saya harus kembali ke dokter yang awal meng ACC.
saya sebal dengan hari ini, saya sebal dengan kejadian beruntun ini seperti ga memberi celah untuk bernafas. yah saya jenuh, saya harus istirahat tapi istirahat juga ga akan menolong saya, ga akan membuat pekerjaan saya selese.
saya bete dan saya ingin pergi sejauh-jauhnya dari sini, saya sudah ga tahan lagi
boleh ga saya jadi dokter gigi tanpa melewati bagian ini, boleh ga saya ga pernah bertemu dengan pasien kasus ini. saya kesal ketika saya pagi2 dah nyampe rumah sakit dan mempersiapkan segalanya demi untuk sebuah tanda tangan. satu jam lebih saya menunggu dan ketika dokter datang hanya berucap "yang ga kerja hari ini dilarang ACC"
kalimat itu seakan senapan yang meluncur tepat di jantung saya, cuma mampu bilang ya sudahlah...lagi dan lagi mulut ini cuma bilang ya sudahlah, tak ada kata lain yang bisa keluar dari mulut ini.
ok, akhirnya menunggu jam jaga siang. tadi ada pasien tapi ternyata tiba2 ibunya pasien sms kalo anaknya lagi rewel, lagi dan lagi saya hanya mampu berucap ya sudahlah. sms kedua dari pasien yang tadinya mau saya ajukan sembuh ke prof ternyata besok dia ga bisa datang karena harus seminar akhir dan hanya mampu berkata ya sudahlah.... ya sudahlah...ya sudahlah, saya bosen melafalkan itu.
akhirnya siang banting setir, ngerjain pekerjaan lab ternyata pekerjaan lab saya tidak di ACC karena menurut beliau harus dibongkar ulang dan saya harus kembali ke dokter yang awal meng ACC.
saya sebal dengan hari ini, saya sebal dengan kejadian beruntun ini seperti ga memberi celah untuk bernafas. yah saya jenuh, saya harus istirahat tapi istirahat juga ga akan menolong saya, ga akan membuat pekerjaan saya selese.
saya bete dan saya ingin pergi sejauh-jauhnya dari sini, saya sudah ga tahan lagi
Kamis, 06 September 2012
ketika badan ini meminta haknya *edisi ga bisa tidur*
tidur siang hari
ini sungguh sukses, bayangin saya sampai bermimpi waktu tidur siang.
ampe temen yang lagi di kamar (kebetulan sehari ini ada temen yg nginep)
bahwa tidurku nyenyak sekali. setelah sukses membatalkan janji pasien,
terlelap dengan manisnya dan terbangun saat ingat belum shalat dhuhur
saya: "jam berapa?*masih dengan mata terpejam*
teman:"jam 1"
saya: "haah, aku belum shalat"*masih dgn mata terpejam
teman: "tih, tau ga kementrian kehutanan dimana? paling deket dari cikini, blora atau pancoran?"
saya : "ndaru, ndaru, ndaru" *setengah melek*
temen: "haaah, ngelindur ya"
masih setengah sadar, saya :"bukan, coba tanya ndaru"
temen : "ndaru? siapa ndaru?"
uppps bari inget bahwa temen saya ga kenal namanya ndaru :P
setelah sadar baru saya berpikir mengapa saya langsung teringat ndaru, bener2 saya seperti cinta mati sama ndaru. ada apa sikit nanyanya ke ndaru. ampe dia bosen keknya, untungnya ndaru dengan senang hati mencari tau alamatnya.
yah, begitulah aku selalu saja merepotkan ndaru :P sejak zaman SMA sampai sekarang. awal bertemu dan kenalan sama ndaru saat itu MOS SMA. kami dikelompok yg sama saat belom dibagi kelas. karena kami kecil dan mungil pasti kami dapat barisan paling belakang, itulah awal kenalan. ternyata ni anak pendiem sekali, sama seperti saya *ahh ngarang*. akhirnya MOS pun usai, pembagian kelaspun dimulai dan singkat cerita aku sekelas sama dia dan inilah awal kisah cinta kami. halah, kami disatukan di kelas 1.6 dan kami janji setia untuk satu bangku *halah*. saya yang ke sekolah naik angkot 2 kali dan itu selalu penuh, kadang membuat telat nyampe sekolah atau mendekati bel berbunyi alhasil ndaru yg selalu memilih tempat duduk. kalo tidak barisan pertama ya barisan kedua. jangan ditanya kalo pas pelajaran, dia slalu ngedengerin guru sedangkan saya lebih suka tertidur pulas saat pelajaran2 yg menurut saya membosankan. terlihat kontras sekali. dan tidak mengherankan saat pembagian rapor dia selalu menduduki peringkat 1 atau 2 :P lain halnya dengan saya yang cukup senang dengan peringkat tiiiiitt *disensor*
karena ndaru pandai, jadi banyak penggemar yang ingin duduk bareng dia dan karena saya sering telat jadi tempat duduk sebelah ndaru pasti sudah terisi. akhirnya kisah cinta kita berakhir disini *halah, lebai* akhirnya dimulailah petualangan saya berpindah2 tempat duduk dan akhirnya menetap duduk di samping mbak yaroh. akhirnya tiap hari kami bikin formasi aku sebelah mbak yaroh, ndaru sebelah simut, dan meja kami depan-belakang... formasi yang kompak :P
akhirnya kelas 3 pun dimulai, kami tidak ada yg sekelas tapi tetep tiap istirahat sering ketemu ama ndaru :D
kelulusanpun diumumkan dannilai saya tetap biasa saja. akhirnya kami memutuskan untuk hidup sendiri2, tanpa kabar berita karena saya dan dia tidak punya henpon dan rumah kami berjauhan :P akhirnya saya mencoba apa yg bisa saya coba, tapi ternyata saya gagal masuk jurusan yg saya inginkan di UGM walau diterima di jurusan yang ga begitu saya inginkan. nyeseek, nangis saat tau gagal. huuuffft, seperti dunia runtuh dan ga ada harapan hidup lagi. karena saya orang yg terlalu pede, saya ga ikut bimbel karena pendaftaran bimbel udah lewat :P (begini efek terlalu yakin diterima) akhirnya disuruh ibu ambil SPMB, ibu dah nawarin buat bimbel di yogya tapi saya tolak karena buat apa bimbel, toh saya ditolak sama cinta pertama saya *red UGM jur X*, SPMB dilalui dengan pilihan yg rada ngasal (KG unpad, psikologi undip, psikologi unnes) dan mungkin ini yg agak saya sesali. akhirnya resmilah saya merantau di bandung. kisah di bdg mungkin akan diulas selanjutnya *kalo inget*
ketemu ndaru lagi pas reuni pertama di SMA. habis itu tuker2an no henpon. ya beberapa kali sms tapi sering hilang kontak karena dulu saya sering kecurian henpon *maklum anak polos yg suka jd sasaran pencopet*. pas zaman skripsipun dimulai maka mulailah saya merepotkan ndaru. pertama kali saya mau skripsi, saya mengajukan 3 judul ke kepala bagian dan di ACC, munculah nama pembimbing saya di map, pertama kali buka map kata yg saya ucapkan "innalillahi", duo maut... dua orang pembimbing yang dua2nya MANTAP. akhirnya sesuai prosedur saya menghadap pembimbing 1, dan dia cuma mau ditemui jam 5 di rumahnya dan bisa dibayangkan rumahnya dari kosanku naik angkot 3 kali, pulang-pergi 6 kali, perjalanan 1 jam lebih dan nyampai sana dengan terang2an bilang judulku ditolak. aku disuruh nyari lagi.huaan, hari berikutnya nyari judul lg disertai bahan2 penunjang dan ga saya memajukan 5 judul kalo ga salah dan naas dotolak semua lagi!! kesal dan frustasi, ampir nangis. akhirnya nelpon ibu biar boleh ke jakarta buat refresing, akhirnya dibolehin. waktu itu ongkos ke jakarta cuma 21 rb, naik bis dari gerbang tol cileunyi dan turun UKI. liburan ke jakarta pertama kali nginep di kosan ndaru, kenalan sama temen2 deket ndaru dan temen yg ga deket ama ndaru ^_*. ikt main ke STIS, makan di kantin STIS. ngelihat STIS rasanya beda sama kuliahku, disana pertemanan sangat solid sedang di tempatku pertemanan biasa saja bahkan terkadang ada sebuah kepentingan di dalamnya. di tempatku, sisi individualisme sangat tinggi.
selama di jkt, semangat ngerjain skripsiku numbuh lagi gara2 nglihat ndaru dkk sibuk ngerjain skriipsi, seperti biasa ndaru kan emang rajin :P. di jkt sering menghabiskan waktu di gramed matraman, biasa kita mojok disana. waktu itu baru pertama kalinya aku ke jkt, naik busway. hehehe *norak ya* akhirnya seminggu pulang jg. temen2 sekosan pada nggodain "akhirnya ke jkt jg, katanya aku benci jkt"... hahha, kata2 "aku benci jkt" adalah kata yg plg sering saya ucapkan kalo lg nonton berita dan kalian tau sendirilah alasannya kenapa. itu yg nyebabin saya menghindari kuliah di jkt, walo jkt ada UI.
pulang ke bandung, semangat kembali tumbuh. saya cari judul lagi dan ditolak lagi. jumlah judul yg ditolak bisa dibilang ada 12an lah. akhirnya tangispun ga kebendung lagi. akhirnya setelah lama frustasi, dan lagi main2 di labkom nyari jurnal buat judul skripsi akhirnya ada temen yg deketin ngajak gabung di tim forensik dan dia nyaranin satu judul, akhirnya saya tertarik. dengan cepat, saya urus berkas2 buat ngajuin judul ke kepala bagian forensik. alhamdulillah cuma ngajuin 1 judul dan diterima. akhirnya gabunglah saya di tim forensik :p, karena bahan forensik tergolong susah jadi kami bagi2 tugas temenku nyari bahan ke jakarta dan aku nyari bahan ke yogya. hhmmm setelah sekian tahun aku coba melupakannya akhirnya aku kembali juga :P kembali ke UGM walau hanya sekedar ke perpusnya, hunting buku ke perpus kedokteran, perpus antropologi dan perpus KG. tah ternyata saya ga begitu banyak mendapatkan hasilnya.
sejak skripsi saya jadi sering belak-balik bandung-jakarta entah nyari bahan atau ngolah data dan konsultasi statistik dan semua tentang skripsi. akhirnya kelar juga ni skripsi...huaaahhh, ternyata cobaan ga sampai gt, tinggal yudisium dan karena ada cobaan saya ga bisa yudisium akhirnya gagal lulus feb, frustasi. pulang ke pwr, nyari kerjaan ternyata susah, buat jadi pelayan toko aza harus buka jilbab. ihh ogah, akhirnya nemu juga kerjaan jagain warnet :P akhirnya resmi juga jadi penjaga warnet. akhirnya bulan agust datang juga, cuti kuliahku udah usai, ngurus semua dan yg penting 1 mata kul yg bermasalah. setelah selese ngurusnya main ke jkt lagi dengan uang hasil jaga warnet. keliling jakarta ampe nyasar ke tangerang *inih yg ga pernah saya lupain*, ampe nunggu ndaru kerja di BPS-pun pernah saya lakuin, seharian di BPS, ngendon si perpusnya, baca buku2 statistik yg ga pernah saya mengerti sekalipun :P dan kosannya tempat kedua setelah kosanku. jadi kangen kosan ndaru, kangen jakarta sepertinya jakarta adalah tempat pelarian masalah saya selama ini. dan ndaru orang yg paling sabar dengerin curhatan, dengerin tangisan saya yang seolah2 saya orang paling menderita sedunia-akhirat. tiap kali ada teman yg minta dikenalin calon istri, saya pasti teringat ndaru :P, walau ga pernah ada yg jadi kenalan. hehehe, bagaimanapun ndaru adalah teman curhat saya saat sedih dan saat saya galau
saya: "jam berapa?*masih dengan mata terpejam*
teman:"jam 1"
saya: "haah, aku belum shalat"*masih dgn mata terpejam
teman: "tih, tau ga kementrian kehutanan dimana? paling deket dari cikini, blora atau pancoran?"
saya : "ndaru, ndaru, ndaru" *setengah melek*
temen: "haaah, ngelindur ya"
masih setengah sadar, saya :"bukan, coba tanya ndaru"
temen : "ndaru? siapa ndaru?"
uppps bari inget bahwa temen saya ga kenal namanya ndaru :P
setelah sadar baru saya berpikir mengapa saya langsung teringat ndaru, bener2 saya seperti cinta mati sama ndaru. ada apa sikit nanyanya ke ndaru. ampe dia bosen keknya, untungnya ndaru dengan senang hati mencari tau alamatnya.
yah, begitulah aku selalu saja merepotkan ndaru :P sejak zaman SMA sampai sekarang. awal bertemu dan kenalan sama ndaru saat itu MOS SMA. kami dikelompok yg sama saat belom dibagi kelas. karena kami kecil dan mungil pasti kami dapat barisan paling belakang, itulah awal kenalan. ternyata ni anak pendiem sekali, sama seperti saya *ahh ngarang*. akhirnya MOS pun usai, pembagian kelaspun dimulai dan singkat cerita aku sekelas sama dia dan inilah awal kisah cinta kami. halah, kami disatukan di kelas 1.6 dan kami janji setia untuk satu bangku *halah*. saya yang ke sekolah naik angkot 2 kali dan itu selalu penuh, kadang membuat telat nyampe sekolah atau mendekati bel berbunyi alhasil ndaru yg selalu memilih tempat duduk. kalo tidak barisan pertama ya barisan kedua. jangan ditanya kalo pas pelajaran, dia slalu ngedengerin guru sedangkan saya lebih suka tertidur pulas saat pelajaran2 yg menurut saya membosankan. terlihat kontras sekali. dan tidak mengherankan saat pembagian rapor dia selalu menduduki peringkat 1 atau 2 :P lain halnya dengan saya yang cukup senang dengan peringkat tiiiiitt *disensor*
karena ndaru pandai, jadi banyak penggemar yang ingin duduk bareng dia dan karena saya sering telat jadi tempat duduk sebelah ndaru pasti sudah terisi. akhirnya kisah cinta kita berakhir disini *halah, lebai* akhirnya dimulailah petualangan saya berpindah2 tempat duduk dan akhirnya menetap duduk di samping mbak yaroh. akhirnya tiap hari kami bikin formasi aku sebelah mbak yaroh, ndaru sebelah simut, dan meja kami depan-belakang... formasi yang kompak :P
akhirnya kelas 3 pun dimulai, kami tidak ada yg sekelas tapi tetep tiap istirahat sering ketemu ama ndaru :D
kelulusanpun diumumkan dannilai saya tetap biasa saja. akhirnya kami memutuskan untuk hidup sendiri2, tanpa kabar berita karena saya dan dia tidak punya henpon dan rumah kami berjauhan :P akhirnya saya mencoba apa yg bisa saya coba, tapi ternyata saya gagal masuk jurusan yg saya inginkan di UGM walau diterima di jurusan yang ga begitu saya inginkan. nyeseek, nangis saat tau gagal. huuuffft, seperti dunia runtuh dan ga ada harapan hidup lagi. karena saya orang yg terlalu pede, saya ga ikut bimbel karena pendaftaran bimbel udah lewat :P (begini efek terlalu yakin diterima) akhirnya disuruh ibu ambil SPMB, ibu dah nawarin buat bimbel di yogya tapi saya tolak karena buat apa bimbel, toh saya ditolak sama cinta pertama saya *red UGM jur X*, SPMB dilalui dengan pilihan yg rada ngasal (KG unpad, psikologi undip, psikologi unnes) dan mungkin ini yg agak saya sesali. akhirnya resmilah saya merantau di bandung. kisah di bdg mungkin akan diulas selanjutnya *kalo inget*
ketemu ndaru lagi pas reuni pertama di SMA. habis itu tuker2an no henpon. ya beberapa kali sms tapi sering hilang kontak karena dulu saya sering kecurian henpon *maklum anak polos yg suka jd sasaran pencopet*. pas zaman skripsipun dimulai maka mulailah saya merepotkan ndaru. pertama kali saya mau skripsi, saya mengajukan 3 judul ke kepala bagian dan di ACC, munculah nama pembimbing saya di map, pertama kali buka map kata yg saya ucapkan "innalillahi", duo maut... dua orang pembimbing yang dua2nya MANTAP. akhirnya sesuai prosedur saya menghadap pembimbing 1, dan dia cuma mau ditemui jam 5 di rumahnya dan bisa dibayangkan rumahnya dari kosanku naik angkot 3 kali, pulang-pergi 6 kali, perjalanan 1 jam lebih dan nyampai sana dengan terang2an bilang judulku ditolak. aku disuruh nyari lagi.huaan, hari berikutnya nyari judul lg disertai bahan2 penunjang dan ga saya memajukan 5 judul kalo ga salah dan naas dotolak semua lagi!! kesal dan frustasi, ampir nangis. akhirnya nelpon ibu biar boleh ke jakarta buat refresing, akhirnya dibolehin. waktu itu ongkos ke jakarta cuma 21 rb, naik bis dari gerbang tol cileunyi dan turun UKI. liburan ke jakarta pertama kali nginep di kosan ndaru, kenalan sama temen2 deket ndaru dan temen yg ga deket ama ndaru ^_*. ikt main ke STIS, makan di kantin STIS. ngelihat STIS rasanya beda sama kuliahku, disana pertemanan sangat solid sedang di tempatku pertemanan biasa saja bahkan terkadang ada sebuah kepentingan di dalamnya. di tempatku, sisi individualisme sangat tinggi.
selama di jkt, semangat ngerjain skripsiku numbuh lagi gara2 nglihat ndaru dkk sibuk ngerjain skriipsi, seperti biasa ndaru kan emang rajin :P. di jkt sering menghabiskan waktu di gramed matraman, biasa kita mojok disana. waktu itu baru pertama kalinya aku ke jkt, naik busway. hehehe *norak ya* akhirnya seminggu pulang jg. temen2 sekosan pada nggodain "akhirnya ke jkt jg, katanya aku benci jkt"... hahha, kata2 "aku benci jkt" adalah kata yg plg sering saya ucapkan kalo lg nonton berita dan kalian tau sendirilah alasannya kenapa. itu yg nyebabin saya menghindari kuliah di jkt, walo jkt ada UI.
pulang ke bandung, semangat kembali tumbuh. saya cari judul lagi dan ditolak lagi. jumlah judul yg ditolak bisa dibilang ada 12an lah. akhirnya tangispun ga kebendung lagi. akhirnya setelah lama frustasi, dan lagi main2 di labkom nyari jurnal buat judul skripsi akhirnya ada temen yg deketin ngajak gabung di tim forensik dan dia nyaranin satu judul, akhirnya saya tertarik. dengan cepat, saya urus berkas2 buat ngajuin judul ke kepala bagian forensik. alhamdulillah cuma ngajuin 1 judul dan diterima. akhirnya gabunglah saya di tim forensik :p, karena bahan forensik tergolong susah jadi kami bagi2 tugas temenku nyari bahan ke jakarta dan aku nyari bahan ke yogya. hhmmm setelah sekian tahun aku coba melupakannya akhirnya aku kembali juga :P kembali ke UGM walau hanya sekedar ke perpusnya, hunting buku ke perpus kedokteran, perpus antropologi dan perpus KG. tah ternyata saya ga begitu banyak mendapatkan hasilnya.
sejak skripsi saya jadi sering belak-balik bandung-jakarta entah nyari bahan atau ngolah data dan konsultasi statistik dan semua tentang skripsi. akhirnya kelar juga ni skripsi...huaaahhh, ternyata cobaan ga sampai gt, tinggal yudisium dan karena ada cobaan saya ga bisa yudisium akhirnya gagal lulus feb, frustasi. pulang ke pwr, nyari kerjaan ternyata susah, buat jadi pelayan toko aza harus buka jilbab. ihh ogah, akhirnya nemu juga kerjaan jagain warnet :P akhirnya resmi juga jadi penjaga warnet. akhirnya bulan agust datang juga, cuti kuliahku udah usai, ngurus semua dan yg penting 1 mata kul yg bermasalah. setelah selese ngurusnya main ke jkt lagi dengan uang hasil jaga warnet. keliling jakarta ampe nyasar ke tangerang *inih yg ga pernah saya lupain*, ampe nunggu ndaru kerja di BPS-pun pernah saya lakuin, seharian di BPS, ngendon si perpusnya, baca buku2 statistik yg ga pernah saya mengerti sekalipun :P dan kosannya tempat kedua setelah kosanku. jadi kangen kosan ndaru, kangen jakarta sepertinya jakarta adalah tempat pelarian masalah saya selama ini. dan ndaru orang yg paling sabar dengerin curhatan, dengerin tangisan saya yang seolah2 saya orang paling menderita sedunia-akhirat. tiap kali ada teman yg minta dikenalin calon istri, saya pasti teringat ndaru :P, walau ga pernah ada yg jadi kenalan. hehehe, bagaimanapun ndaru adalah teman curhat saya saat sedih dan saat saya galau
Langganan:
Postingan (Atom)
